Akses Pejalan Kaki Jembatan BGR Rusak, Perbaikan Terganjal Status Aset
By Admin

Dok. Humas DKI
nusakini.com, Akses pejalan kaki pada jembatan di Jalan Boulevard Gading Raya (BGR), Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, dilaporkan mengalami kerusakan material. Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Utara telah merespons kondisi tersebut dengan melakukan pengamanan darurat sejak Senin (14/9) malam.
Langkah cepat ini diambil demi melindungi keselamatan warga yang sering melintasi area dekat Rumah Pompa BGR tersebut. Kepala Seksi Jalan, Jembatan, dan Kelengkapan Jalan Sudin Bina Marga Jakarta Utara, Libertus Sagala, mengonfirmasi tindakan jajarannya pada Kamis (17/9).
"Kami langsung memeriksa kondisi jembatan dan melakukan pengamanan sementara untuk meminimalisir risiko bagi pengguna jalan," ujar Libertus. Kerusakan tersebut secara spesifik terjadi pada bagian trotoar atau lengan jembatan yang kondisinya terpantau amblas.
Sebagai langkah mitigasi, petugas lapangan telah menempatkan penghalang beton pembatas sejauh 20 meter di sekitar lokasi. "Petugas juga menambah lampu sorot untuk membantu pengendara melihat titik rawan agar tidak melintas ke area berbahaya," terangnya.
Masyarakat diminta tetap tenang karena fondasi penyangga jembatan penghubung Jalan Perintis Kemerdekaan dan kawasan Kelapa Gading ini dipastikan tetap stabil. "Masyarakat tidak perlu khawatir karena struktur utama dan fondasi masih kokoh sehingga masih bisa dilewati," ungkapnya.
Hingga saat ini, perbaikan menyeluruh belum bisa dieksekusi karena infrastruktur itu masih tercatat sebagai milik pengembang PT Budi Gria Permai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama instansi terkait masih berupaya memproses administrasi serah terima aset tersebut.
"Perbaikan permanen baru dapat kami lakukan menunggu proses hibah dan administrasi aset selesai agar sesuai prosedur," tambahnya. Nantinya, sebuah tim investigasi akan dibentuk guna meneliti akar masalah kerusakan tepat setelah transisi kepemilikan ini rampung.
Penyelidikan teknis itu akan mencakup pemeriksaan terhadap faktor usia bangunan, potensi penurunan fondasi, hingga kapasitas beban lalu lintas. "Tim investigasi akan menjadi dasar penanganan permanen," pungkas Libertus seraya mengimbau publik untuk selalu berhati-hati. (*)